Kamis, 14 Mei 2015

NASKAH ARWAH-ARWAH

Selamat berjumpa kembali,,
Kali ini saya akan membagikan naskah drama yang dapat dijadikan salah satu pertimbangan buat teman-teman yang sedang mencari sebuah naskah drama.



ARWAH-ARWAH

KARYA W.B. YEATS

TERJEMAHAN SUYATNA ANIRUN


                                                                                    
RERUNTUHAN RUMAH, SEBATANG POHON TAK BERDAUN
PEMUDA
Setengah pintu, pintu tengah
Kesana kemari siang dan malam
Memikul beban, ke bukit dan ke lembah
Mendengar kau bicara saja.
ORANG TUA
Perhatikan rumah itu. Kuingat kisah dan leluconnya. Kuingat apa yang dikatakan si pelayan kepada si penjaga mabuk pada pertengahan Oktober, tapi aku tak bisa. Dimana kisah dan lelucon sebuah rumah kalau ambang pintunya dipakai memperbaiki kandang babi?
PEMUDA
Kau pernah kenal jalan ini?
ORANG TUA
Bulan bersinar di atas jalan, bayangkan awan jatuh di atas atap rumah. Itulah lambang. Lihatlah pohon itu! Seperti apa rupanya?
PEMUDA
Orang tua lupa ingatan!
ORANG TUA
Aku melihatnya tahun yang lalu botak seperti sekarang. Maka kupilih kerja yang paling baik. Aku melihatnya lima puluh tahun yang lalu sebelum petir membelahnya. Daun-daun hijau, daun-daun tua, daun-daun segemuk mentega, hidup gemuk dan berlemak. Berdiri di situ dan lihatlah! Karena ada orang di rumah itu.
PEMUDA
Tak seorangpun di sini.
ORANG TUA
Ada orang di situ!

PEMUDA
Lantai sudah hilang, jendela hilang dan dimana seharusnya ada atap, hanya langit yang membentang. Dan di sini pun pecahan kulit telur jatuh dari sarang burung gagak.
ORANG TUA
Tapi ada beberapa yang tidak peduli pada apa yang hilang atau pada apa yang ada. Arwah-arwah dari alam barzah yang kembali ke rumah dan tempat yang mereka kenal.
PEMUDA
Kau sedang melantur lagi!

ORANG TUA
Untuk merasakan lagi dosa-dosa mereka. Tidak sekali tapi berulang-ulang. Akhirnya mereka tahu akibat dari dosa-dosa itu. Atas orang lain ataupun atas dirinya sendiri. Atas orang lain, orang lain bisa menolong. Tapi kalau atas dirinya sendiri tak ada pertolongan kecuali atas diri sendiri dan pada belas kasihan Tuhan.

PEMUDA
Cukup sudah! Bicaralah pada burung-burung kalau kau harus bicara juga!

ORANG TUA
Berhenti! Duduk di situ! Itulah rumah dimana aku dilahirkan.

PEMUDA
Rumah tua yang terbakar itu?

ORANG TUA
Ibuku atau nenekmu memiliki tanah di daerah ini. Kandang-kandang anjing dan kuda. Ia punya kuda di ladang ternak dan disana bertemu dengan ayahku, budak di kandang kuda. Saling pandang, lalu mereka kawin. Tapi kemudian ibuku tak mau mengenalnya lagi.

PEMUDA
Apa yang benar dan apa yang salah? Kakekku mendapatkan gadisnya beserta uangnya.

ORANG TUA
Ayahku memboroskan semua milik ibuku. Ibuku tak pernah tahu yang terjelek karena ia meninggal waktu melahirkan aku. Tapi sekarang ia tahu semuanya karena ia telah mati. Orang-orang besar hidup dan mati di rumah ini. Patih-patih, Demang-demang dan Hakim-hakim, Ponggawa-ponggawa dan perwira yang dulu bertempur di semenanjung dan muara. Mereka yang telah pergi dengan tugas pemerintah pulang untuk mati atau datang dari seberang tiap awal musim kemarau untuk meninjau bunga-bunga di bulam Mei dalam taman. Mereka mencintai pohon-pohon yang ditebang ayahku untuk membayar kekalahan di meja judi atau dengan kuda, minuman atau perempuan. Mereka mencintai semua lorong yang ada di rumah ini. Membinasakan rumah dimana orang-orang besar menjadi dewasa, kawin dan meninggal. Kunyatakan disini, telah berlangsung suatu kejahatan yang laknat!

PEMUDA
Wah, tapi kau beruntung. Pakaian mewah, mungkin kuda gagah untuk ditunggangi.

ORANG TUA
Supaya aku tidak lebih unggul darinya, ayahku tidak pernah mengirim aku ke sekolah. Tapi masih ada orang yang cinta karena aku juga anak ibuku. Istri penjaga mengajar aku membaca, Pak Padri mengajar aku bahasa. Banyak buku-buku berharga dengan jilidan mewah abad lalu. Buku-buku modern dan kuno. Beribu-ribu buku.

PEMUDA
Dan aku kau beri pendidikan apa?

ORANG TUA
Kuberi kau pendidikan yang patut bagi anak haram yang gampang. Ketika aku berumur enam belas tahun, ayahku membakar rumah-rumah itu dalam mabuknya.

PEMUDA
Itu usiaku enam belas tahun.

ORANG TUA
Dan seluruhnya terbakar habis. Buku-buku, perpustakaan dan segalanya.

PEMUDA
Apa benar juga yang kudengar sepanjang jalan bahwa kau membunuh ayahmu di rumah yang terbakar itu.

ORANG TUA
Tak ada seorangpun disini kecuali kita?

PEMUDA
Tak seorangpun ayah.

ORANG TUA
Kutikam dia dengan pisau. Pisau yang sehari-hari biasa kita pakai. Setelah itu kutinggalkan dia di tengah api yang sedang berkobar. Mereka menemukan mayatnya. Seseorang menemukan bekas pisau tapi tak berani memastikan karena mayat itu hangus bagai arang. Beberapa teman pemabuknya bersumpah untuk menghadapkan aku ke pengadilan, mendalihkan ancaman yang pernah dilontarkan. Penjaga memberikan pakaian tua, aku melarikan diri, bekerja dimana-mana, hingga aku menjadi penjual dari jalan ke jalan. Bukan pekerjaan baik, tapi cukup baik. Karena aku anak ayahku. Karena apa yang dia lakukan bisa aku lakukan. Dengar! Dengarlah! Derap kuda! Dengar!

PEMUDA
Aku tidak mendengar apa-apa.

ORANG TUA
Jalan terus! Jalan terus! Malam ini adalah peringatan malam perkawinan ibuku atau malam aku dikandung, ayahku naik kuda dari tempat minum. Sebotol arak di tanganya.

DI JENDELA MUNCUL WANITA MUDA

ORANG TUA
Lihat di jendela! Ibuku berdiri di situ, mendengar. Pelayan-pelayan sudah tidur. Ibuku sendirian. Ayahku pulang jauh ditengah malam karena ia berjudi dan mabuk-mabukan di kedai minum.

PEMUDA
Tak ada apa-apa kecuali lubang kosong pada tembok. Kau dusta. Tidak, kau gila! Kau makin gila tiap hari!

ORANG TUA
Suara itu makin keras karena ia melewati jalan berkerikil yang kini ditutupi rumput. Suara derap berhenti. Ia pergi ke belakang rumah, mengandangkan kudanya. Ibuku turun membuka pintu, malam ini ia tak lebih sopan dari suaminya yang terhuyung karena mabuk. Ibuku tergila-gila padanya. Mareka naik tangga. Ibuku membawanya ke tempat tidur. Itulah kamar perkawinan mereka dan itulah ranjang perkawinan mereka. Jendela sudah setengah gelap kembali. Jangan biarkan dia menjamahku! Tidak benar bahwa suami mabuk tak bisa membuahi dan kalau ia mulai berhasil, kau harus mengambil benih pembunuhnya. Tuli! Tuli! Keduanya tuli! Bahkan jika kulempar kayu atau batu mereka tak mendengar. Itulah bukti pikiranku sudah sakit. Tapi ada satu soal, ibuku harus mengalami sekali lagi semua bahkan segalanya. Didorong oleh rasa sesal. Tapi bisakah ia berkelamin lagi dan tak menemukan kepuasan didalamnya. Bila ketidakpuasan harus bersama-sama, mana yang lebih kuat! Aku tanpa didikan. Pergilah! Panggil pertulian! Ia dan aku akan menguraikan segalanya sementara kedua orang itu berbaring di ranjang, membuahi dan mengandung aku.

PEMUDA MENGADUK-ADUK KANTONG LALU MEMBAWANYA

ORANG TUA
Kembali! Kembali! Kau kira kau bisa melarikan diri dengan bungkusan uangku di tanganmu? Dikiranya sementara aku bicara tak melihat kau mengaduk-aduk buntalan itu?

PEMUDA
Kau tak pernah memberiku bagian.

ORANG TUA
Jika kuberikan, anak muda seperti kau akan menghabiskannya pada minuman.

PEMUDA
Kalau aku menghendakinya? Aku berhak menggunakan uangku semaunya.

ORANG TUA
Berikan bungkusan itu dan tutup mulutmu!

PEMUDA
Tidak mau!

ORANG TUA
Akan kuhancurkan jari-jarimu.

MEREKA MEMPEREBUTKAN KANTUNG. DALAM PERKELAHIAN KANTUNG ITU LEPAS DAN UANGNYA BERHAMBURAN. ORANG TUA ITU TERHUYUNG TAPI TIDAK JATUH. MEREKA BERDIRI SAMBIL MEMANDANG JENDELA. TAMPAK TERANG. TAMPAK SEORANG LELAKI SEDANG MENGISI GELASNYA DENMGAN WHISKEY.

PEMUDA
Bagaimana kalau kau kubunuh? Kau membunuh kakekku karena kau muda dan ia tua. Sekarang aku yang muda dan kau yang tua.

ORANG TUA (MELIHAT KE JENDELA)
Kini lebih jelas. Enambelas tahun itu.

PEMUDA
Apa yang kau ocehkan?

ORANG TUA
Lebih muda. Padahal perempuan itu harus tahu bahwa lelaki itu bukan macamnya.

PEMUDA
Apa yang kau katakana? Hentikan! Hentikan!

ORANG TUA ITU MENUNJUK KE JENDELA

PEMUDA
Tuhanku! Jendela itu terang dan seseorang berdiri di situ.

ORANG TUA
Jendela itu terang lagi. Ayahku datang untuk mendapatkan segelas whiskey. Ia bersandar di sana seperti binatang yang kepenatan.

PEMUDA
Orang mati dibunuh yang hidup kembali.

ORANG TUA
Dan ranjang pengantin jauh pada Adam’. Dimana kubaca kata-kata itu. Padahal tidak ada sesuatupun yang tersandar di jendela itu selain bayangan yang ada di kepala ibuku yang mati kesepian dalam sesalnya.

PEMUDA
Tubuh yang menjelma sebelum dilahirkan. Mengerikan! Mengerikan! (MENUTUP WAJAHNYA)

ORANG TUA
Makluk itu takkan tahu apa-apa, karena bukan apa-apa, jika kubunuh orang di bawah jendela itu, ia bahkan takkan sempat memutar kepalanya.

ORANG TUA MENIKAM ANAK MUDA ITU

ORANG TUA
Ayahku dan anakku oleh pisau yang sama. Ini mengakhiri.

ORANG TUA MENIKAM BERULANG-ULANG, JENDELA JADI GELAP

PEMUDA
Ibuku sayang, jendela itu gelap kembali. Tapi kau ada dalam cahaya sebab telah kuselesaikan segala akibatnya. Kubunuh anak itu karena ia telah tumbuh. Ia akan mematahkan nasib seorang perempuan, membuahinya dan melanjutkan keonaran.
SELESAI

Selasa, 12 Mei 2015

KALIMAT MAJEMUK

Selamat berjumpa kembali,,
Jika kemarin kita telah membahas tentang kata majemuk, sekarang saya akan menengahkan tentang kalimat majemuk, mari kita simak bersama.
Kalimat Majemuk adalah kalimat yang memilliki fungsi struktur kalimat dua atau lebih. Kalimat majemuk dapat dibagi menjadi 2 yaitu;


A. Kalimat Majemuk Bertingkat
Kalimat majemuk bertingkat adalah gabungan dua kalimat atau lebih yang kedudukannya tidak setara. Biasanya ditandai dengan adanya anak kelimat dan induk kalimat. Ada beberapa jenis kalimat majemuk ditinjau dari hubungannya, yaitu

1. Hubungan waktu kalimat majemuk bertingkat
Kata penghubung yang digunakan adalah sejak, semenjak, sedari, ketika, sebelum, sesudah, hingga, sementara, seraya, tatkala, selama, selagi, serta, sambil, seusai, sesudah, setelah, sehabis, sampai, hingga.
Contoh:
Sejak anak-anak, saya sudah terbiasa hidup sederhana.

2. Hubungan syarat kalimat majemuk bertingkat
Kata penghubung yang digunakan adalah seandainya, andaikata, bilamana.
Contoh:
a. Jika Anda mau mendengarkannya, saya akan bercerita.
b. Pembangunan balai desa ini akan berjalan lancar andaikata seluruh warga mau berpartisipasi.

3. Hubungan tujuan kalimat majemuk bertingkat
Kata penghubung yang digunakan adalah agar, agar supaya, supaya, dan biar.
Contoh:
Saya mengerjakan tugas itu sampai malam agar besok pagi dapat mengumpulkannya.

4. Hubungan konsesif kalimat majemuk bertingkat
Kata penghubung yang digunakan adalah walaupun, meskipun, kendatipun, sungguhpun.
Contoh:
Walaupun hatinya sedih, ibu itu tidak mau menangis di hadapan anakanaknya.

5. Hubungan perbandingan kalimat majemuk bertingkat
Kata penghubung yang digunakan adalah seperti, ibarat, bagaikan, laksana, alih-alih.
Contoh:
Bu Tati menyayangi kemenakannya seperti beliau menyayangi anakanaknya.

6. Hubungan penyebaban kalimat majemuk bertingkat
Kata penghubung yang digunakan adalah sebab, karena.
Contoh:
Rencana penyelenggaraan pentas seni di sekolah saya ditunda karena para pengisi acara belum siap.

7. Hubungan akibat kalimat majemuk bertingkat
Kata penghubung yang digunakan adalah sehingga, sampai, maka.
Contoh:
Pada saat ini harga buku memang sangat mahal sehingga kami tidak sanggup membelinya.

8. Hubungan cara kalimat majemuk bertingkat
Kata penghubung yang digunakan adalah dengan.
Contoh:
Ia merangkai bunga-bunga itu dengan penuh konsentrasi.

9. Hubungan sangkalan kalimat majemuk bertingkat
Kata penghubung yang digunakan adalah seolah-olah, seakan-akan.
Contoh:
Anak itu diam saja seolah-olah dia tidak melakukannya.

10. Hubungan kenyataan kalimat majemuk bertingkat
Kata penghubung yang digunakan adalah padahal, sedangkan.
Contoh:
Dia pura-pura tidak tahu, padahal dia tahu banyak hal.

11. Hubungan hasil kalimat majemuk bertingkat
Kata penghubung yang digunakan adalah makanya.
Contoh:
Wajah Tono cemberut, makanya saya takut untuk mendekatinya.

12. Hubungan penjelasan kalimat majemuk bertingkat
Kata penghubung yang digunakan adalah bahwa.
Contoh:
Ia tidak tahu bahwa ayahnya seorang karyawan teladan.

13. Hubungan atributif kalimat majemuk bertingkat
Contoh:
a. Bibi saya yang tinggal di Surabaya bulan depan menunaikan ibadah haji.
b. Kita perlu memberikan sumbangan kepada para korban bencana

Kalimat Majemuk Setara - Apa definisi kalimat majemuk setara ? ada hubungan apa sajakah dalam kalimat majemuk setara? dalam artikel kita kali ini kita akan membahas tentang kalimat majemuk setara, disertai dengan contoh contohnya.

Definisi & Pengertian Kalimat Majemuk Setara

Kalimat majemuk setara adalah penggabungan dua kalimat tunggal atau lebih dan tiap-tiap unsurnya mempunyai kedudukan yang sama. Ada tiga macam hubungan semantis dalam kalimat majemuk setara.

Jenis Hubungan Kalimat majemuk setara

1. Hubungan penjumlahan kalimat majemuk setara
Hubungan yang menyatakan penjumlahan atau gabungan kegiatan, keadaan, peristiwa, atau proses. Hubungan penjumlahan ini ditandai dengan kata penghubung dan, serta, baik. . . maupun.

Contoh Hubungan penjumlahan kalimat majemuk setara:
Ia baik hati dan suka menolong teman yang mengalami kesusahan.

2. Hubungan perlawanan kalimat majemuk setara
Hubungan yang menyatakan bahwa yang dinyatakan dalam klausa pertama berlawanan dengan yang dinyatakan dalam klausa kedua. Klausa pertama berlawanan atau tidak sama dengan yang dinyatakan dalam klausa kedua. Hubungan perlawanan ini ditandai kata penghubung tetapi, melainkan.

Contoh Hubungan perlawanan kalimat majemuk setara:
Adikku belum bersekolah, tetapi dia sudah pandai membaca.

3. Hubungan pemilihan kalimat majemuk setara
Hubungan yang menyatakan pilihan di antara dua kemungkinan atau lebih yang dinyatakan oleh klausa-klausa yang dihubungkan. Hubungan pemilihan ini ditandai kata penghubung atau.

Contoh Hubungan pemilihan kalimat majemuk setara:
Saya datang ke rumahmu atau kamu datang ke rumah Andi.
alam yang nasibnya malang itu.

Senin, 11 Mei 2015

KATA MAJEMUK



Selamat berjumpa kembali, kali ini saya akan menengahkan sebuah materi kata majemuk, yo kita simak bersama.

KATA MAJEMUK
Kata majemuk adalah gabungan 2 kata atau lebih yang memiliki struktur tetap, tidak dapat di sisipi kata lain. Contohnya
Meja makan
gabungan kata di atas termasuk contoh kata majemuk karena strukturnya tetap, tidak dapat diubah-ubah letaknya.
Makan meja (tidak logis)
Kemudian, gabungan kata tersebut tidak dapat disisipi oleh kata lain, seperti yang, sedang, dll.
Meja (yang) makan (tidak logis)
Meja (sedang) makan (tidak logis)
 Selain itu, ciri lain dari kata majemuk adalah gabungan kata tersebut membentuk makna baru. Namun, makna baru tersebut masih dapat dirunut atau ditelusuri dari makna kata pembentuknya.
Rumah baru (a)
Tono sakit (b)
Rumah sakit (c)

secara gramatika (tata bahasa) makna yang terbentuk pada contoh (a) dan (b) sama dengan makna leksikal unsur pembentuknya. Gabungan kata di atas mempunyai makna “rumah (yang) baru” (a) dan “Tono (sedang) sakit.”
Berbeda halnya dengan gabungan kata pada contoh pertama (a) dan kedua (b), gabungan kata pada contoh kedua (c) secara gramatika makna yang terbentuk berbeda dari makna leksikal unsur pembentuknya. Makna kata secara leksikal pada contoh kedua (c) adalah “rumah (yang/sedang) sakit.” Makna ini tidak logis, yaitu benda mati dapat merasakan sakit seperti halnya makhluk hidup (manusia). Namun, makna yang terbentuk dalam contoh (c) adalah “rumah tempat merawat orang sakit.” Inilah yang disebut dengan membentuk makna baru tetapi makna baru tersebut masih dapat ditelusuri dari makna kata pembentuknya.


A. DEFINISI FRASE, IDIOM, DAN KATA MAJEMUK
Frase : gabungan dua kata atau lebih yang tidak melebihi batas fungsi.
Idiom : gabungan dua kata atau lebih yang susunannya terbentuk secara
tetap(baku) dan saling kebergantungan ; atau gabungan kata yang
maknanya tidak sama dengan unsure-unsur pembentuknya.
Kata Majemuk : gabungan dua kata atau lebih menciptakan makna baru yang
berbeda dengan makna dari unsur-unsur pembentuknya.
PEMBAHASAN
(1) Kadispen Polda Metro AKBP Nur Usman
(2) Tiga tim Gegana yang diterjunkan
(3) Dari bom yang ditaruh di mobil
Yang harus diingat:
a. Frase tidak melebihi batas fungsi
Tiga tim gegana diterjunkan (bukan frase)
S P
b. Frase menunjukkan identitas makna sebenarnya.
Besar kepala, buah tangan (bukan frase)
idiom frase
Besar kepala Kepala besar
Rumah makan Di rumah
Malam panjang Siang malam
Muka masam Buah asam
Panjang tangan Tangan panjang
Dalam beberapa kasus, idiom sama dengan kata majemuk. Namun demikian, tidak berarti kata majemuk selalu identik dengan idiom. Kata majemuk hanya merujuk pada kelompok kata yang memiliki makna penuh. Dengan demikian, contoh gabungan kata seperti suka akan, terdiri atas, dan berhubung dengan, bukanlah kata majemuk. Contoh-contoh gabungan kata semacam itu hanya bisa dikelompokkan ke dalam idiom.
Unsur Frasa
Unsur frasa hanya ada dua, yaitu
1. unsur inti (D) = diterangkan, dan
2. unur atribut/pewatas/penjelas/(M) = menerangkan
Menentukan pola kata. Biasanya soal yang ditanyakan selalu tentang pola yang sama.
Langkah pertama      : tentukan dari polanya, kalau belum ada jawaban
Langkah kedua           : tentukan dari jenisnya
contoh:
Pola pembentukan kata jaksa agung sama dengan pola pembentukan kata di bawah ini, kecuali…
a. kursi presiden                                        d. politik bebas
b. rumah mewah                                        e. kekuasan terbatas
c. ekonomi lemah
analisa:
kata jaksa agung :
berpola DM dan dibentuk dari KB + KS
langkah pertama:
* kursi presiden          : DM
* rumah mewah          : DM
* ekonomi lemah        : DM
* politik bebas             : DM
* kekuasaan terbatas: DM
Langkah kedua: tentukan dari jenis katanya
* kursi presiden           : KB + KB (polanya tidak sama)
* rumah mewah           : KB + KS
* ekonomi lemah         : KB + KS
* politik bebas               : KB + KS
* kekuasan terbatas    : KB + KS

Minggu, 10 Mei 2015

MEDIA PEMBELAJARAN




 Selamat berjumpa kembali, kali ini saya akan membahas tentang media pembelajaran secara umum, mari kita simak bersama.
Media pembelajaran secara umum adalah alat bantu proses belajar mengajar. Segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau ketrampilan pebelajar  sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar. Batasan ini cukup luas dan mendalam mencakup pengertian sumber, lingkungan, manusia dan metode yang dimanfaatkan untuk tujuan pembelajaran / pelatihan.
Sedangkan menurut Briggs (1977) media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku, film, video dan sebagainya. Kemudian menurut National Education Associaton(1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi perangkat keras.

Posisi media pembelajaran. Oleh karena proses pembelajaran merupakan proses komunikasi dan berlangsung dalam suatu sistem, maka media pembelajaran menempati posisi yang cukup penting sebagai salah satu komponen sistem pembelajaran. Tanpa media, komunikasi tidak akan terjadi dan proses pembelajaran sebagai proses komunikasi juga tidak akan bisa berlangsung secara optimal. Media pembelajaran adalah komponen integral dari sistem pembelajaran
Dari pendapat di atas disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik.
Menurut Edgar Dale, dalam dunia pendidikan, penggunaan media pembelajaran seringkali menggunakan prinsip Kerucut Pengalaman, yang membutuhkan media seperti buku teks, bahan belajar yang dibuat oleh guru dan “audio-visual”.

  Ada beberapa jenis media pembelajaran, diantaranya : 
  1. Media Visual : grafik, diagram, chart, bagan, poster, kartun, komik
  2. Media Audial : radio, tape recorder, laboratorium bahasa, dan sejenisnya
  3. Projected still media : slide; over head projektor (OHP), in focus dan sejenisnya
  4. Projected motion media : film, televisi, video (VCD, DVD, VTR), komputer dan sejenisnya.
Pada hakikatnya bukan media pembelajaran itu sendiri yang  menentukan hasil  belajar. Ternyata keberhasilan menggunakan media pembelajaran dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar tergantung pada (1) isi pesan, (2) cara menjelaskan pesan, dan (3) karakteristik penerima pesan. Dengan demikian dalam memilih dan menggunakan media, perlu diperhatikan  ketiga faktor tersebut. Apabila ketiga faktor tersebut mampu disampaikan dalam media pembelajaran tentunya akan memberikan hasil yang maksimal.
Ada beberapa tujuan menggunakan media pembelajaran, diantaranya yaitu :
-          mempermudah proses belajar-mengajar
-          meningkatkan efisiensi belajar-mengajar
-          menjaga relevansi dengan tujuan belajar
-          membantu konsentrasi mahasiswa
-          Menurut Gagne : Komponen sumber belajar yang dapat merangsang siswa untuk belajar
-          Menurut Briggs : Wahana fisik yang mengandung materi instruksional
-          Menurut Schramm : Teknologi pembawa informasi atau pesan instruksional
-          Menurut Y. Miarso : Segala sesuatu yang dapat merangsang proses belajar siswa
Tidak diragukan lagi bahwa semua media itu perlu dalam pembelajaran. Kalau sampai hari ini masih ada guru yang belum menggunakan media, itu hanya perlu satu hal yaitu perubahan sikap. Dalam memilih media pembelajaran, perlu disesuaikan dengan kebutuhan, situasi dan kondisi masing-masing. Dengan perkataan lain, media yang terbaik adalah media yang ada. Terserah kepada guru bagaimana ia dapat mengembangkannya secara tepat  dilihat dari isi, penjelasan pesan dan karakteristik siswa untuk menentukan media pembelajaran tersebut.