Minggu, 03 Mei 2015

KEWIRAUSAHAAN

Selamat berjumpa kembali,
Saat ini saya akan menengahkan sebuah materi tentang Kewirausahaan, namun saya tidak akan membahas Kewirausaahan dalam arti luas. Kewirausahaan yang akan saya hanya bahas mencakup ragam dan macam kewirausahaan. Berikut materinya,



1.                  Macam Kegiatan Kewirausahaan
Bicara tentang kewirausahaan, sebenarnya masih banyak sekali peluang kewirausahaan yang dapat kita lakukan. Namun keterbatasan informasi dan kurang antusiasme untuk berkarya membuat kita jadi malas untuk berwirausaha. Berikut beberapa macam kegiatan kewirausahaan dan contoh bentuk kewirausahaan.

A.    Agribisnis
Agribisnis adalah bisnis berbasis usaha pertanian atau bidang lain yang mendukungnya, baik di sektor hulu maupun di hilir. Penyebutan "hulu" dan "hilir" mengacu pada pandangan pokok bahwa agribisnis bekerja pada rantai sektor pangan (food supply chain). Agribisnis, dengan perkataan lain, adalah cara pandang ekonomi bagi usaha penyediaan pangan. Sebagai subjek akademik, agribisnis mempelajari strategi memperoleh keuntungan dengan mengelola aspek budidaya, penyediaan bahan baku, pascapanen, proses pengolahan, hingga tahap pemasaran (wikipedia). Sektor ini dibagi menjadi bidang pertanian, perkebunan dan kehutanan. Adapun contoh dari kegiatan kewirausahaan dalam ruang lingkup agribisnis adalah:
Ø  Budidaya anthurium
Ø  Budidaya jeruk nambangan
Ø  Budidaya bunga krisan
Ø  Budidaya bunga melati
Ø  Budidaya jamur lingzhi
Ø  Budidaya jamur merang
Ø  Budidaya kencur
Ø  Budidaya buah Tin
Ø  Budidaya belimbing dewi
Ø  Pembenihan tanaman pangan dan palawija
Ø  Penjualan sarana produksi pertanian


B.     Peternakan dan Perikanan
Peternakan adalah kegiatan mengembangbiakkan dan membudidayakan  hewan ternak untuk mendapatkan manfaat dan hasil dari kegiatan tersebut. Pengertian peternakan tidak terbatas pada pemeliharaaan saja, memelihara dan peternakan perbedaannya terletak pada tujuan yang ditetapkan. Tujuan peternakan adalah mencari keuntungan dengan penerapan prinsip-prinsip manajemen pada faktor-faktor produksi yang telah dikombinasikan secara optimal (wikipedia). Contoh kewirausahaan dari sektor peternakan ini adalah:
Ø  Budidaya ikan mas bocah
Ø  Budidaya ikan komet
Ø  Penangkaran bekisar
Ø  Penangkaran rusa
Ø  Penangkaran buaya
Ø  Budidaya kambing Etawa
Ø  Budidaya kelinci hias
Ø  Budidaya itik laut
Ø  Budidaya anjing Golden Retriever
Ø  Penetasan telur ayam, bebek dan itik
Ø  Pemeliharaan ayam Kasper
Ø  Pembenihan ikan


C.      Lapangan industri dan Kerajinan
Industri dalam bahasa Inggris industrious adalah bidang mata pencaharian yang menggunakan ketrampilan dan ketekunan kerja dan penggunaan alat-alat di bidang pengolahan hasil-hasil bumi dan distribusinya sebagai dasarnya. Maka industri umumnya dikenal sebagai mata rantai selanjutnya dari usaha-usaha mencukupi kebutuhan yang berhubungan dengan bumi, yaitu sesudah pertanian, perkebunan dan pertambangan yang berhubungan erat dengan tanah Dan Kerajinan adalah hal yang berkaitan dengan buatan tangan atau kegiatan yang berkaitan dengan barang yang dihasilkan melalui keterampilan tangan (kerajinan tangan). Kerajinan yang dibuat biasanya terbuat dari berbagai bahan. Dari kerajinan ini menghasilkan hiasan atau benda seni maupun barang pakai. Biasanya istilah ini diterapkan untuk cara tradisional dalam membuat barang-barang (wikipedia). Pada sektor industri dapat dibagi lagi menjadi industri besar, menengah, dan kecil.  contoh dari sektor ini sangat banyak sekali diantaranya adalah:
Ø  Membuat perkakas rumah tangga dari kertas bekas
Ø  Membuat mainan dari kayu, misalnya puzzle
Ø  Membuat souvenir berbahan baku resin
Ø  Membuat souvenir dari daun kering
Ø  Membuat souvenir dari serangga
Ø  Membuat souvenir dari limbah kepompong ulat sutera
Ø  Membuat kerajinan dari bubur limbah kertas
Ø  Membuat kerajinan dari pelepah pisang kering
Ø  Membuat lanskap mini
Ø  Membuat batik dari serat alam
Ø  Membuat tas dari limbah aluminium
Ø  Membuat mukenah yang dilukis batik
Ø  Membuat album eksklusif
Ø  Membuat deco book
Ø  Membuat boneka berambut hidup (boneka horta)
Ø  Membuat boneka muslimah
Ø  Pembuatan suku cadang kendaraan


D.    Pertambangan dan Energi
Pertambangan adalah rangkaian kegiatan dalam rangka upaya pencarian, penambangan (penggalian), pengolahan, pemanfaatan dan penjualan bahan galian (mineral, batubara, panas bumi, migas). Ada beberapa contoh kewirausahaan dalam sektor ini yaitu:
Ø  Pengelola SPBU
Ø  Agen pengecer gas LPG
Ø  Penyalur BBM bagi daerah terpencil



E.     Perdagangan
Perdagangan adalah kegiatan tukar menukar barang atau jasa atau keduanya (wikipedia). Namun dalam kewirausahaan sektor perdagangan dan penyedia jasa dipisahkan. Pada sektor inilah paling banyak orang melakukan kegiatan kewirausahaan. Karena dipandang lebih mudah untuk dilaksankan. Kegiatan perdagangan ini berdasarkan kuota barang yang dijual, dapat dibagi menjadi 3, yaitu perdagangan dalam sekala besar, menengah dan pedagang kecil. Contoh dari kegiatan kewirausahaan dalam sektor ini adalah:
Ø  Pedagang kelontong
Ø  Mini market
Ø  Pedagang asongan
Ø  Pedangan makanan
Ø  Pedagang perantara
Ø  Pengepul suatu barang tertentu


F.     Penyedia Jasa atau Layanan

jasa atau layanan adalah aktivitas ekonomi yang melibatkan sejumlah interaksi dengan konsumen atau dengan barang-barang milik, tetapi tidak menghasilkan transfer kepemilikan. Pada dasarnya kegiatan ini sama dengan kegiatan perdagangan, yaitu menggunakan prinsip jual beli dan untung. Contoh dari kegiatan kewirausahaan dari sektor ini adalah:
Ø  Sebagai Pemberi Kredit atau Perbankan
Ø  Sebagai Pengusaha Angkutan
Ø  Sebagai Pengusaha Hotel dan Restoran
Ø  Sebagai Pengusaha tour dan Trevel Pariwisata
Ø  Sebagai pengusaha asuransi, pergudangan, perbengkelan, koperasi, tata busana, dan lain sebagainy.





G.    Kegiatan kewirausahaan pada sektor lain

1.      Kursus dan Pendidikan
Ø  Sekolah entrepreneurship
Ø  Kursus bahasa asing
Ø  Bimbingan belajar rumahan
Ø  Sekolah pasien pasca stroke
Ø  Play Group
Ø  Kursus music
Ø  Sekolah tari
Ø  Kursus desain grafis
Ø  Kursus servis telepon seluler dan computer

2.      Usaha Kecil Makanan dan Minuman
Usaha makanan dan minuman sebenarny adalah usaha yang sangat menggiyurkan untuk dicoba, karena keuntungan yang didapat dari usaha ini sanga besar, namun kesan asal-asalan dalam pengolahan makanan dan penggunaan bahan makan, menjadikan para pengusaha menjadi merugi, karena kehilangan pelanggan dan akhirnya filed dan gulung tikar. Contoh kegiatan kewirausahaan dari sektor ini adalah:
Ø  Membuat makanan ringan / snack dan kue
Ø  Mengolah jantung pisang menjadi dendeng
Ø  Membuat daging tiruan dari jamur tiram
Ø  Mengolah makanan berkhasiat obat, misalnya keripik pace
Ø  Membuat cake untuk pernikahan
Ø  Mengolah cake untuk penderita diabetes
Ø  Membuat aneka kue tradisional
Ø  Membuat kue ulang tahun atau pernikahan
Ø  Membuat donat dari kentang atau ketela
Ø  Membuat nasi pepes dan atau nasi bakar
Ø  Mengolah buah-buahan menjadi emping
Ø  Membuat keripik jamur
Ø  Mengolah bawang goreng instan
Ø  Menjual mie mangkok
Ø  Siomay kriuk
Ø  Martabak / Terang bulan
Ø  Bebek kremes
Ø  Ayam kremes
Ø  Bubur Kwang Tung
Ø  Tempe penyet
Ø  Es air tebu
Ø  Teh bunga rosella
Ø  Sirup limbah air kelapa
Ø  Susu kedelai
Ø  Susu kuda liar
Ø  Susu kambing etawa
Ø  Air minum beroksigen
Ø  buah segar pesan antar
Ø  Selai buah
Ø  Kacang Merah
Ø  Es ketan hitam 

Jumat, 01 Mei 2015

METODE DALAM LINGUISTIK KOMPERATRIF


Selamat berjumpa kembali,
Kali ini saya akan mengahkan pembahasan materi semasa perkuliahan, yaitu materi tentang MK Linguistik Komperatif. MK ini merupakan MK wajib pada Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia. Baik, mari kita simak Materi Metode pada Linguistik Komperatif.
 
2.1    Metode pada Linguistik Komperatif
Dalam Lingusitik Komperatif untuk menentukan hubungan kekerabatan suatu bahasa dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa metode yaitu:

2.1.1        Metode Kuantitatif
Metode Kuantitatif adalah pendekatan yang menggunakan cara kerja perhitungan statistik. Pendekatan ini dikenalkan oleh linguis Amerika yang bernama Morris Swadesh pada akhir tahun 1940-an. Pendekatan ini dibedakan dalam dua teknik yaitu:

2.1.1.1  Teknik Leksikostatistik
Teknik Leksikostatistik adalah teknik pengelompokkan bahasa yang cenderung mengutamakan penoropongan pada kata-kata (leksikon) secara statistik, kemudian berusaha menetapkan pengelompokkan itu berdasarkan presentase kesamaan dan perbedaan satu bahasa dengan bahasa yang lain. Metode ini bertujuan untuk menentukan tingkat kekerabatan dua bahasa atau lebih, apakah bahasa tersebut memiliki kekerabatan atau apakah bahasa tersebut sekelompok dialek dari suatu bahasa. Adapun rumusnya yaitu:


2.1.1.2 Teknik Glotokronologi
Teknik Glotokronologi adalah teknik pengelompokkan bahasa yang mengutamakan perhitungan bahasa berdasarkan dari usia atau lamanya suatu bahasa yang sekerabat dengan menggunakan rumus logaritma. Tujuan metode glotokronologi adalah untuk menentukan usia bahasa yang terkait dengan defiriansi antara dua bahasa atau lebih. Adapun rumusnya yaitu

T= masa pisah,
c= presentase kemiripan,
r= presentase retensi,
log= logaritma dari

Empat macam asumsi dasar yang dapat dipergunakan sebagai titik tolak dalam usaha mencari jawaban mengenai usia bahasa, atau secara tepatnya bilamana terjadi diferensiasi antara dua bahasa atau lebih. Asumsi-asumsi dasar tersebut:
1.        Sebagian dari kosa kata suatu bahasa sukar sekali berubah bila dibandingkan dengan bagian lainnya
2.        Retensi (ketahanan) kosa kata adalah konstan sepanjang masa
3.        Perubahan kosa kata dasar pada semua bahasa adalah sama
4.        Bila persentase dari dua bahasa kerabat (cognate) diketahui, maka dapat dihitung waktu pisah kedua bahasa tersebut.

2.1.2 Metode Kualitatif
Metode Kualitatif adalah metode yang lebih menekankan pada aspek pemahaman secara mendalam terhadap suatu masalah dari pada melihat permasalahan untuk penelitian generalis. Metode ini menggunakan analisis mendalam, yaitu mengkaji masalah secara kasus perkasus karena metode kualitatif yakni bahwa sifat suatu masalah satu akan berbeda dengan sifat dari masalah lainnya. Dalam Linguistik Komperatif metode kualitatif ini menggunakan Teknik Rekonstruksi.



2.1.2.1 Teknik Rekonstruksi
Metode Kualitatif dengan teknik rekonstruksi bertujuan untuk mengelompokkan atau mengklasifikasikan bahasa (dapat menemukan korespondensi antara bahasa-bahasa yang sekerabat). Rekonstruksi bahasa dapat dilakukan dalam ruang lingkup internal maupun eksternal. Rekonstruksi bahasa yang dilakukan secara internal untuk mencari prabahasa dari bahasa-bahasa yang sedialek. Rekonstruksi yang dilakukan secara external dilakukan setelah mendapat hasil dari penelitian kuantitatif leksikostatistik.

Metode perbandingan klasik tidak hanya bertalian dengan menemukan hukum bunyi antara bahasa-bahasa kerabat atau dengan istilah kontemporer, menemukan korespondensi fonemis antar bahasa kerabat, tetapi masih dilanjutkan dengan usaha mengadakan rekonstruksi (pemulihan) unsur-unsur purba, baik fonemis maupun morfemis. Rekonstruksi fonem dan morfem proto dimungkinkan karena para ahli menerima suatu asumsi bahwa jika diketahui fonem-fonem kerabat dari suatu fonem bahasa proto, maka sebenarnya fonem proto itu dapat ditelusuri kembali bentuk tuanya.

1)        Teknik Rekonstruksi Fonemis
Untuk menerapkan prinsip rekonstruksi fonemis, pertama-tama diadakan perbandingan pasangan-pasangan kata dalam pelbagai bahasa kerabat dengan menemukan korespondensi fonemis dari tiap-tiap fonem yang membentuk kata-kata kerabat tersebut. Dengan menemukan korespondensi fonemisnya dapat diperkirakan fonem proto mana yang kiranya menurunkan fonem-fonem yang berkorespondensi tersebut. Bagi tiap perangkat kemudian dicarikan suatu etiket pengenal untuk memudahkan referensi. Etiket pengenal ini tidak lain adalah fonem proto tadi yang dianggap menurunkan perangkat korespondensi fonemis yang terdapat dalam bahasa-bahasa kerabat. Fonem ini biasanya diberi tanda asterisk (*). Dengan melakukan rekonstruksi fonemis akan diperoleh:
1.    Pantulan atau turunan fonem-fonem dalam bahasa-bahasa kerabat sekarang,yang di akibatkan dari Rekonstruksi fonem proto.
2.    Dengan memulihkan semua fonem bahasa-bahasa kerabat sekarang sebagai yang tercermin dalam pasangan kata-katanya ke suatu fonem proto, maka sudah berhasil pula dilakukan rekonstruksi morfemis (kata dasar atau bentuk terikat), yaitu menetapkan suatu morfem proto yang diperkirakan menurunkan morfem-morfem dalam bahasa-bahasa kerabat sekarang. Seperti halnya fonem proto, maka morfem proto juga ditandai dengan asterisk (*).

2)      Rekonstruksi Dalam
Rekonstruksi dalam adalah rekonstruksi yang dilakukan dalam satu bahasa untuk mendapatkan bentuk-bentuk tuanya. Dalam hal ini kita hanya menggunakan bahan-bahan dari satu bahasa saja, yaitu rekonstruksi atas alternasi morfofonemis atau atas alomorf-alomorf suatu morfem. Rekonstruksi ini bertujuan untuk memulihkan suatu bahasa pada tahap perkembangan tertentu pada masa lampau, dengan tidak mempergunakan bahan-bahan dari bahasa lain, melainkan hanya mempergunakan data dari bahasa itu sendiri. Rekonstruksi dalam dapat dilakukan karena beberapa kenyataan yaitu:
1.        Adanya alomorf
2.        Adanya Netralisasi
3.        Adanya Reduplikasi
4.        Adanya infleksi

3)        Rekonstruksi Luar
Rekonstruksi luar dilakukan terhadap dua bahasa atau lebih untuk menemukan bentuk-bentuk protonya, misalnya membandingkan bahasa Jawa, bahasa Sunda, bahasa Madura, bahasa Melayu sehingga dapat ditemukan bahwa bahasa-bahasa tersebut berasal dari bahasa yang sama yaitu Proto Bahasa Melayu Jawa.

2.1.3        Metode Perbandingan
Keraf (1984: 34) mendefinisikan metode perbandingan sebagai alat untuk menyusun perangkat ciri-ciri yang berkorespondensi dari unsur-unsur yang diperbandingkan dengan macam-macam bahasa. Adapun hal yang dibandingkan adalah fonem suatu kata dalam bahasa tertentu. Abstraksinya adalah berupa perangkat korespondensi fonemis. Contoh perbandingan korespondensi fonemis bahasa Melayu Asahan (BMA), bahasa Batak Toba (BBT), dan bahasa Melayu Baku (BMB) (Widayati, 2011: 4):
GLOS
BMA
BBT
BMB
benih
Bonih
bonih
bənih
beras
BoRas
boras
bəras
Embun
Ombun
ombun
Embun
menang
mona*
monaη
mənaη
tebu
Tobu
tobu
təbu

Dalam tabel diatas menunjukan bahwa antara bahasa Melayu Asahan (BMA), bahasa Batak Toba (BBT), dan bahasa Melayu Baku (BMB) adalah memiliki kekerabatan.

DAFTAR PUSTAKA


Chaer, Abdul. 2007. Linguistik Umum. Jakarta: Rinneka Cipta.

http://marimpersenk.blogspot.com/2012/11/linguistik-historis-komparatif.html  diakses pada 20 April 2013

Keraf, Gorys. 1984. Linguistik Bandingan Historis. Jakarta. PT. Gramedia.

Widayati, Dwi. 2011. Pengaruh Migrasi Suku Minangkabau & Batak Toba ke Pesisir Timur Sumatera terhadap Keberadaan Bahasa Melayu di Asahan. http://www.eli.org/Pages/Current_Issues.aspx?docname=/published_docs/20111011_115712_022.pdf ., diakses tanggal 9 November 2011.